Makassar β Antrean panjang di SPBU Kota Makassar semakin memicu keresahan warga. Fenomena panic buying yang terjadi beberapa hari terakhir diperparah oleh ulah pedagang bensin botolan dadakan. Mereka diduga ikut mengantre BBM di SPBU, lalu mengeluarkan bensin dari tangki motor untuk dijual kembali dalam botolan dengan harga lebih mahal. Setelah itu, mereka kembali masuk antrean untuk mengisi ulang.
Modus ini membuat antrean semakin padat dan memperlambat distribusi BBM bagi masyarakat umum. Warga menilai tindakan tersebut merugikan banyak pihak karena jatah BBM yang seharusnya untuk kebutuhan sehari-hari justru dialihkan menjadi komoditas dagangan dengan harga tinggi.
Desakan Masyarakat
- Razia Pedagang Botolan
Warga mendesak kepolisian segera menertibkan pedagang bensin botolan dadakan yang dianggap memperparah antrean dan merugikan masyarakat.
- Legalitas Pertamini
Pertamini yang beroperasi tanpa izin resmi diminta segera ditutup. Masyarakat menekankan bahwa hanya Pertamini berizin yang boleh beroperasi agar distribusi BBM lebih terkontrol.
- Pengawasan Pemerintah
Pemerintah daerah diharapkan memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM, sehingga tidak ada pihak yang memanfaatkan kelangkaan untuk mencari keuntungan pribadi.
Suara Warga
βPedagang botolan ini jelas merugikan. Mereka ambil jatah BBM dari SPBU, lalu dijual lagi dengan harga tinggi. Akibatnya, masyarakat biasa makin sulit mendapatkan BBM,β ujar seorang pengendara yang terjebak antrean panjang.
Belum ada berita.